Pembelajaran Tatap Muka di Bogor, Bima Arya: Harus Ada Persetujuan Komite Sekolah

- 22 November 2020, 14:21 WIB
Walikota Bogor Bima Arya (kanan) dan Ketua Umum KONI Kota Bogor,Benninue Argoebie /Asep syahmid/Bocimi update /asep syahmid

BOGOR, BOCIMIUPDATE – Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor meminta sekolah mengajukan permohonan sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Untuk diketahui, Pemkot Bogor berencana membuka kembali pembelajaran tatap muka pada 11 Januari 2020 setelah mendapatkan izin dari pemerintah.

Namun, pembelajaran tatap muka ini harus berdasarkan usulan dan kesiapan dari sekolah yang bersangkutan harus berdasarkan usulan dan kesiapan dari pihak sekolah.

Baca Juga: Serangan Roket Tewaskan Tiga Orang di Afganistan

Baca Juga: Pembalap Usia Muda Kabupaten Bogor Tampil Memukau di Jabar Open Road Race Seri 2 Tahun 2020

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut, di antaranya kesiapan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di sekolah hingga persetujuan atau izin dari komite, kepala sekolah dan orangtua siswa.

“Nantinya permohonan itu harus disepakati oleh komite sekolah. Kalau komite tidak menyetujuinya maka pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan,” kata Bima Arya.

Selain itu, Bima Arya menyebut jika konsep pembelajaran tatap muka harus diatur. Misal adanya pembatasan jumlah siswa antara 30 hingga 50 persen dari jumlah tempat duduk di tiap-tiap kelas.

Baca Juga: Satgas COVID-19 Lacak Kerumunan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan dan Megamendung

Halaman:

Editor: Diki Wahyudi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X