Cegah Penyebaran Hoaks, WhatsApp Blokir 2 Juta Akun

- 19 November 2020, 18:34 WIB
WhatsApp merilis fitur terbaru, "Disappearing messages". /HeikoAL/PIXABAY

BOGOR, BOCIMIUPDATE - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bergerak memerangi penyebaran hoaks. Salah satu dengan menggandeng WhatsApp.

Hal ini pun direspons WhatsApp dengan memblokir 2 juta akun penyebar hoaks.

Dilansir Bocimiupdate.com dari Antara, data internal Kominfo menunjukkan sejak 23 Januari hingga 18 Oktober terdapat 2.020 konten hoaks seputar COVID-19 beredar di media sosial, sementara yang sudah diturunkan (take down) berjumlah 1.759.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Pangerapan mengatakan Kominfo dalam menangani konten yang berpotensi hoaks, selalu melakukan pengujian fakta, verifikasi, informasi yang masuk, ke beberapa pihak. Jika memang informasi tersebut, setelah diverifikasi adalah tidak benar, kementerian akan memberi "stempel" hoaks terhadap konten tersebut.

"Kami perlu melakukan pengendalian, bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi masyarakat atau kebebasan berpendapat. Tapi, situasi pandemi ini kami perlu meluruskan informasi-informasi yang salah agar tidak meresahkan masyarakat," kata Semuel Pangerapan.​​​​​​​

Kominfo mengidentifikasi terdapat tiga jenis infodemi yang beredar di Indonesia. Pertama disinformasi, yakni informasi sengaja dibuat salah untuk mendestruksi apa yang sudah beredar.

Kedua, malinformasi yaitu info faktual, namun dibuat untuk orang tertentu dengan tujuan tertentu dan infodemi berupa misinformasi, yaitu informasi yang diberikan tidak tepat, namun, tidak ada unsur kesengajaan.

Sementara, Sravanthi Dev selaku Direktur Komunikasi WhatsApp APAC mengatakan WhatsApp telah mengembangkan mesin yang dapat mengidentifikasi sebuah pesan spam.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa peran aktif dari pengguna WhatsApp juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah disinformasi ini.

Halaman:

Editor: Diki Wahyudi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X