UMK Jawa Barat Naik, Tertinggi Kabupaten Karawang Terendah Kota Banjar

- 22 November 2020, 15:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) berbincang dengan seorang relawan penanganan Covid-19 (kiri) di SMKN 3 Bandung, Senin 19 Oktober 2020. Sebanyak 3.000 orang dilatih menjadi relawan penanganan Covid-19 yang bertugas menyadarkan masyarakat terkait bahaya dan cara penanganan Covid-19. /Pikiran-rakyat.com/RANI UMMI FADILA/

BANDUNG, BOCIMIUPDATE – Kabar gembira bagi pekerja yang ada di Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengeluarkan Keputusan Gubernur No. 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 dan Kabupaten Karawang yang tertinggi.

Surat keputusan gubernur itu ditandatangani Ridwan Kamil pada Sabtu, 21 November 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Seriawan Wangsaatmaja mengatakan, SK Gubernur tentang UMK ini akan berlaku pada 1 Januari 2021.

Sebagaimana dikutip Bocimiupdate.com dari Antara, Kabupaten Karawang masih memiliki upah tertinggi di Jawa Barat hingga nasional dengan besaran Rp4.798.312,00 (Rp4.594.324,54 di 2020).

Sementara, UMK dengan aka terandah ada di Kota banjar dengan besaran Rp1.831.884,83 (sama seperti UMK 2020).

Namun, kenaikan UMK ini tidak akan berlaku di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Sebab, kata Sekda Setiawan Wangsaatmaja 10 kabupaten/kota di Jabar tidak menaikkan UMK-nya sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi COVID-19.

"Sisanya, ada 17 kabupaten/kota yang memang ada kenaikan (UMK) dan itu pun didasarkan kepada inflasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) baik secara nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota," kata Setiawan pada Minggu, 22 November 2020.

Halaman:

Editor: Diki Wahyudi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X