Perbup PSBB Pra AKB Akan Lebih Ketat, Ini Alasan Wabup Bogor

- 20 November 2020, 19:31 WIB
Rapat Satgas Covid 19 Kabupaten Bogor /Bocimi Update /Asep Syahmid

BOGOR, BOCIMIUPDATE- Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor melakukan evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (PSBB Pra-AKB) yang kelima sebelum dilakukan perpanjangan PSBB Pra AKB mendatang,

Rapat Evaluasi PSBB Pra AKB yang kelima di pimpin Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid 19 yang juga selaku Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, bertempat di Ruang Serbaguna 1 Gedung Setda Kabupaten Bogor, Jum at, 20 November 2020.

Iwan mengatakan, masih ada waktu lima hari untuk perpanjangan PSBB Pra AKB dengan catatan untuk dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan draft perbupnya akan dibagikan kepada para Wakil Satgas Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor seperti Kapolres dan Dandim.

Nantinya, kata Iwan, Perbup PSBB Pra AKB akan lebih ketat seperti mendeteksi dini kejadian yang memungkinkan terjadinya kerumunan dengan jumlah besar.

"Kita harus mengantisipasi sejak dini dengan berkomunikasi dengan panitia dan penyelenggara untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, semisal kegiatan keagamaan pernikahan aturan itu tidak bisa ditawar 150 orang, " ucap Iwan

Lebih lanjut. pinta Iwan, kedepannya jangan sampai terjadi lagi, kita hanya menghimbau saja namun bila pada Hari H terjadi kerumunan massa kita pasti akan membubarkannya.

Selain itu, samung Iwan. terkait laporan harian Covid-19 di Kabupaten Bogor bukannya hanya angka saja yang ditampilkan setiap hari , akan tetapi bagaimana kejadiannya dan penanganannya dan juga deteksi dini perhari oleh tim pengkaji.

"Jadi evaluasi terhadap laporan harian covid-19 harus dirubah, tim pengkaji nanti diminta tidak hanya menampilkan angka saja," tegas Iwan

Tim Pengkaji harus memberikan laporan deteksi dini penyebab banyaknya terkonfirmasi positif dari tim Satgas Kecamatan

" Apakah karena adanya kerumunan atau bukan dan juga penanganan yang dilakukan," pungkasnya. **

Editor: Asep Syahmid


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X